Liputan6.com, Jakarta - Warga Desa di Kaki Gunung Kelirando, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini punya hobi baru, yakni menabung.
Hobi ini berawal dari program Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak (ASKA) yang dikenalkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Wahana Visi Indonesia (WVI).
ASKA adalah program yang dibangun untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan ekonomi rumah tangga melalui sistem simpan pinjam sederhana berbasis masyarakat. Para ibu terutama yang aktif di posyandu menabung sebulan sekali dengan cara membeli saham. Satu saham nilainya setara dengan Rp10.000. Para anggota ASKA minimal harus membeli satu saham, boleh pula membeli lebih dari satu setiap bulannya hingga batas maksimal 5 saham.
Jika dalam satu bulan anggota tidak membeli satu saham pun, maka mereka wajib membayar denda Rp2000...