Masalahnya, tubuh manusia tidak beradaptasi secepat perubahan pola makan yang terjadi dalam era modern. Makanan instan semakin populer, kebiasaan memasak berkurang, dan banyak orang mengandalkan makanan cepat saji yang sering kali digoreng atau mengandung bumbu instan dengan berbagai zat aditif seperti pengawet, pewarna, penstabil, dan penguat rasa.
Jika dikonsumsi berlebihan, zat-zat ini dapat membebani organ tubuh, terutama hati, dan berkontribusi pada meningkatnya kadar kolesterol serta asam urat.
Selain itu, kebiasaan konsumsi serat dari sayur dan buah semakin berkurang. Padahal, makanan yang kaya vitamin C, vitamin E, serta antioksidan sangat penting untuk melawan radikal bebas dari makanan tidak sehat, polusi, dan mikroplastik. Kurangnya fitonutrien dalam makanan membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Sering kali, orang baru mencari suplemen seperti vitamin C, E, atau D ketika sudah sakit, padahal jika pol...